AWVR

Rindu yang Tak Meronta Part II

Rindu yang Tak Meronta

Aku menaruh rinduku di sudut paling sunyi, tempat ia tak berteriak, hanya berbisik pelan di sela angin pagi. Tidak untuk mengusik langkahmu, hanya agar kamu tahu: aku masih di sini, menyimpanmu dalam hening yang tak meminta kembali.

Aku pernah mencoba melupakan, mengalihkan pandangan ke langit lain yang juga biru, menyibukkan diri pada hal-hal ramai—tapi tetap saja, kamu muncul di sela-sela jeda, di antara tawa orang-orang, di antara detak jam yang terlalu jujur menandai waktu.

Rindu ini tidak berniat menjadi gangguan; ia sekadar penumpang yang tak turun-turun di perhentian kenangan.

Tak ada permintaan, tak ada keluhan, hanya diam yang terus berjalan ke arahmu meski kamu tak lagi menoleh.

Aku merindumu dengan cara yang tak mencuri, tidak menyudutkan, tidak mengikat. Rindu yang membiarkanmu tetap bebas, sementara aku tetap di sini, menyulam ingatanmu dalam setiap pagi yang tak kamu tahu aku lewati.