Rindu yang Berbisik
Aku merindukanmu,
bukan dengan derasnya hujan,
tapi seperti embun pagi—
perlahan, hening, dan tenang.
Kau datang dalam kenangan,
dalam senyuman yang terjaga,
dalam doa yang terkirim
saat malam belum benar-benar pergi.
Aku tak ingin kau tahu,
bahwa rindu ini begitu dalam,
karena aku tak ingin kau merasa terganggu—
cukup kau bahagia di sana, di jejakmu yang baru.
Biarkan aku merindukanmu
dengan angin yang tak pernah sampai,
dengan bintang yang hanya memandu dari jauh,
dan dengan hati yang belajar merelakan.
Karena mencintai itu juga
menahan derasnya kerinduan,
agar ia tak menjadi beban—
hanya menjadi doa yang tulus.