وَالشَّوْقُ الصَّامِتُ فِي قَلْبِي كَظَمَأٍ مُبِينٍ
"Kerinduan yang diam dalam jiwaku, bagaikan dahaga yang nyata."
Sebagaimana Rumi berkata: "The wound is the place where the Light enters you" — luka kerinduanlah pintu masuk cahaya kasih.
"دُعَائِي لَكَ لَيْسَ بِحَرَجٍ وَلَا إِلْحَاحٍ"
"Doaku untukmu bukanlah paksaan, bukan pula desakan yang memaksa."
Seperti yang diajarkan oleh Hasan Al-Bashri: "الدُّعَاءُ عِبَادَةٌ" — doa adalah ibadah, yang dilakukan dengan ketenangan jiwa.
"فَإِنَّ الَّذِي يَدْعُو بِالْخُضُوعِ يَجِدُ الطُّمْءَنِينَةَ فِي الدُّعَاءِ"
"Sesungguhnya barangsiapa berdoa dengan kerendahan hati, ia akan mendapatkan ketenangan dalam doanya."
Sebagaimana firman Allah Ta'ala: "Serulah Aku, niscaya Aku akan mengabulkan permohonanmu" (QS. Al-Ghafir: 60).
"وَكَانَ دُعَائِي لَكَ كَالنَّجْمِ الثَّابِتِ فِي اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ"
"Dan doaku untukmu bagaikan bintang yang tetap bersinar di malam yang gelap."
Sebab seperti yang dikatakan Kahlil Gibran: "Out of silence, the real speech is born" — dari kesunyianlah lahir perkataan yang sejati.
"Merindukanmu dengan tenang, bukan untuk mengganggu, tapi agar kau juga merasakan kedamaian dalam jejak-jejak doa yang kutitipkan untukmu."